Logo Kabupaten MarosKelurahan BoribellayaKabupaten Maros
BerandaProfilBeritaLayananInformasi PublikKontakPPID Maros

Kelurahan Boribellaya

Portal resmi pelayanan publik dan informasi Kelurahan Boribellaya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Tautan Cepat

  • Beranda
  • Profil
  • Berita
  • Layanan
  • Informasi Publik
  • Kontak

Kontak Kami

  • Jl. Makmur Daeng Sitakka, Lingkungan Marampesu, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Kodepos 90512)
  • Admin 1: 085397102221
  • Admin 2: 082190451483
  • kelurahanboribellayamaros@gmail.com
  • 08:00 - 16:00 WITA

© 2026 Kelurahan Boribellaya.

Dikembangkan oleh Mahasiswa KKN Gel. 116 UNHAS.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
Kembali ke Berita & Pengumuman
28/07/2026

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Kenalkan Keterbukaan Informasi Publik melalui Permainan Numerasi Interaktif di SDN 125 Marampesuk

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Kenalkan Keterbukaan Informasi Publik melalui Permainan Numerasi Interaktif di SDN 125 Marampesuk
Maros, 28 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keterbukaan Informasi Publik Universitas Hasanuddin, Riningta Ridwan, melaksanakan program kerja individu bertajuk "Mengenal Keterbukaan Informasi Publik melalui Permainan Numerasi Interaktif" bagi siswa kelas VI SDN 125 Marampesu, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, pada Selasa (28/7). Kegiatan ini mengintegrasikan materi numerasi tentang pengumpulan dan penyajian data dalam bentuk diagram batang dengan nilai-nilai keterbukaan informasi publik melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa keterbukaan informasi publik tidak hanya berkaitan dengan hak memperoleh informasi, tetapi juga dengan kemampuan mengumpulkan, mengelola, menyajikan, dan menyampaikan data secara benar, jujur, serta dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, siswa diajak memahami konsep tersebut melalui aktivitas yang melibatkan pengumpulan data secara langsung. Pada awal kegiatan, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan pembagian tugas sesuai perannya, seperti Detektif Data, Pencatat, dan anggota kelompok lainnya. Setiap kelompok menyiapkan spidol, penggaris, serta kertas karton yang akan digunakan sebagai media penyajian hasil pengolahan data. Proses pembelajaran dilaksanakan menggunakan sistem pos bergiliran. Tim Detektif Data dari setiap kelompok berpindah ke kelompok lain sesuai aba-aba setiap putaran untuk mengajukan satu pertanyaan mengenai kategori data yang telah ditentukan. Sementara itu, anggota kelompok yang berada di markas tetap bertugas memberikan informasi kepada detektif dari kelompok lain secara terbuka dan jujur. Setelah seluruh putaran selesai, setiap kelompok kembali mendata anggota kelompoknya sendiri sehingga memperoleh data yang lengkap. Nilai keterbukaan informasi kemudian diperkuat melalui tahap verifikasi data. Tim Pencatat menghitung seluruh hasil pengumpulan data dan memastikan jumlah keseluruhannya sesuai dengan jumlah siswa di kelas, yaitu 38 orang. Apabila terdapat selisih, siswa diminta mencocokkan kembali hasil pencatatan hingga data yang diperoleh benar-benar akurat. Tahapan ini mengajarkan pentingnya transparansi, ketelitian, dan kejujuran dalam menyajikan informasi. Selanjutnya, siswa mengolah data yang telah diperoleh menjadi diagram batang. Mereka menyusun sumbu tegak yang menunjukkan jumlah siswa, sumbu datar yang menunjukkan kategori data, kemudian menggambar batang diagram dengan warna yang berbeda agar informasi lebih mudah dipahami. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan numerasi, tetapi juga mengajarkan cara menyajikan informasi dalam bentuk visual yang jelas, sistematis, dan informatif. Pada akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan hasil diagram batang di depan kelas. Siswa menjelaskan kategori dengan jumlah terbanyak dan tersedikit, memaparkan proses pengumpulan data yang telah dilakukan, serta menjawab berbagai pertanyaan dari kelompok lain sebagai bentuk uji transparansi. Melalui sesi ini, siswa belajar bahwa informasi yang baik harus dapat dijelaskan secara terbuka dan didukung oleh data yang benar. Menurut Riningta Ridwan, pembelajaran berbasis permainan seperti ini diharapkan mampu membuat siswa lebih mudah memahami materi numerasi sekaligus mengenal nilai-nilai keterbukaan informasi publik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menghubungkan konsep matematika dan keterbukaan informasi melalui pengalaman belajar yang interaktif, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga belajar mengenai pentingnya menyampaikan informasi secara jujur, akurat, dan bertanggung jawab. Program kerja individu ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik Universitas Hasanuddin yang bertujuan meningkatkan literasi informasi masyarakat melalui pendekatan pendidikan. Melalui inovasi pembelajaran yang menggabungkan numerasi dan keterbukaan informasi publik, diharapkan siswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta memahami pentingnya data yang valid sebagai dasar dalam menyampaikan informasi kepada orang lain.

Sumber: https://folderindonesia.com/mahasiswa-kkn-t-116-unhas-kenalkan-keterbukaan-informasi-publik-melalui-permainan-numerasi-interaktif-di-sdn-125-marampesu/